Air dan Sanitasi; Siklus Hidup
Ada dua kali jam pengaliran air di flat ini: pertama, dari pukul 6 hingga 8 pagi, dan kedua, dari pukul 6 hingga 8 malam. Total 4 jam air bersih mengalir.
Tiap pukul 6 hingga 8 malam saya mencuci piring, menyiapkan masak malam, mengisi tandon air, mengisi botol-botol air minum dengan kucuran unit saringan-UV. Saya bermain air maksimal 2 jam.
Lalu saya berpikir bahwa jadwal penjatahan air ini ikut menjadi ritme hidup saya. Ritme hidup manusia ‘kota maksimum’, seperti yang diistilahkan oleh Suketu Mehta. Terdisiplinkan oleh tekanan kebutuhan ruang; 2 orang dalam 24 meter persegi. Dengan ruang yang terbatas, saya tak bisa menyia-nyiakan air–atau bocor dan pengalaman genangan di lantai 7 bukanlah sesuatu yang menyenangkan.
Ah ya, ritme hidup yang satu itu tidak terganggu. Air di toilet 24 jam mengalir, baik keran maupun flush. Cukup memanjakan kebutuhan sanitasi (baca: buang air besar dan kecil).
Sekarang sudah lewat pukul 6. Saya harus kembali ke siklus hidup.


