Skip to content

Kabar dari Mumbai #05: Ndeso

by on May 15, 2011

Selamat datang di flat istimewa ini!

Flat ini adalah reinkarnasi dari sebuah kampung kumuh. Tiga tahun lalu, kebakaran besar meratakan rumah-rumah di kampung kumuh. Puing-puing digusur lalu dibangun lagi beberapa flat di atasnya.

Setelah penggusuran, tiap kepala keluarga dapat jatah 1 unit flat berukuran standard, sekitar 18 meter persegi (setara dengan garasi 2 mobil). Ada 1 dapur, 1 kamar mandi, 1 toilet, dan 1 ruangan (difungsikan sekaligus sebagai ruang tamu dan kamar tidur).

Penduduk kampung kumuh lalu pindah berbondong-bondong. Meski ‘tubuh’ flat ini sudah modern, ‘organ’-nya masih tradisional, jiwanya masih dari orang-orang yang sama dari kampung kumuh yang sama pula.

Di kampung kumuh, tidak semua orang punya rumah. Tidak semua orang punya pintu. Mereka masih menyimpan keintiman itu.

Kedekatan antar tetangga berarti tidak menutup pintu, kecuali sang empunya sedang keluar rumah. Maka kebiasaan tiap rumah tangga adalah membiarkan pintunya terbuka nyaris sepanjang hari.

***

Pukul 11 malam.

Pintu diketuk. Bel dibunyikan.

Saya mengintip dari lubang.

Saya lalu membuka pintu. Ternyata, perempuan tetangga sebelah. Karena keterbatasan bahasa, sang tetangga menunjuk-nunjuk Widyastuti. Tangannya menepuk-nepuk guling merah kecil yang ditaruh tepat di depan pintu, mengarahkan Widyastuti untuk ke luar dan duduk di atasnya.

Selamat. Widyastuti diajak ngerumpi oleh ibu-ibu tetangga.

Pintu saya biarkan terbuka. Karena tak ikut ngerumpi, saya kembali masuk.

Sudah hampir 30 menit. Widyastuti masih terjebak dalam ngerumpi juga. Dari sela-sela, saya mengintip sambil menulis posting ini dan tersenyum. Ini gegar budaya.

PS: Kabar baik. Kami tidak rematik gara-gara tidur beralas ubin. Saya berhasil menemuka tukang jahit kasur. Iya, tukang jahit kasur. Profesi langka.

PSS: Rutinitas baru. Bangun tidur, terbangun pukul 6 pagi untuk mengisi penampung air bersih. Jadwal pengaliran air bersihnya cuma 4 jam sehari. Nanti, pukul 6 sore, harus mengisi penampung lagi.

From → India, Mumbai

4 Comments
  1. Noka permalink

    Sounds like a fun neighborhood😀 Ntar gue mampir2 yak kalo lagi main2 ke Asia bagian situ🙂

  2. asti permalink

    Juist curious, wiwied ngerumpinya pake bahasa apa?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: