Skip to content

Kabar dari Mumbai #07

by on May 24, 2011

Beberapa menit yang lalu, aku bersiap tidur. Begitu lampu aku matikan, waktu tiba-tiba memulur selama entah beberapa ‘waktu’.

Dalam rentang waktu yang tak pasti itu, sulit untuk memperkirakan waktu yang sekarang sedang berjalan. Maka larutlah aku dalam waktu.

Waktu. Sesuatu yang selalu bergerak maju. Keping-kepingan waktu tersusun dari kenang-kenangan masa lalu. Suara-suara masa lalu itu berkumpul dan memadat dalam kepala. Seperti dengung seribu lebah.

Kemudian mendadak kosong.

Suara-suara berubah jadi perasaan. Perasaan itu datang kembali. Seperti 4 tahun lalu di masa pancaroba, saat panas tak terlalu terik dan hujan tak terlalu sering. Saat itu, aku mengira-ngira besok akan hujan atau tak. Bawa jas hujan atau tak. Saat itu, aku belajar menerima hujan sebagai hadiah, bagi si penebak yang salah.

Aku mulai berbaring dan menatap awan. Dari sela-sela teralis, aku mencoba menebak apakah ini awan pancaroba.

Jika besok hujan, maka?

“India has three seasons. Hot for four months. Rain for four months. Cold for four months. Next month it will be raining.”

From → India, Mumbai

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: