Skip to content

Mumbai Vigilante: Dombivali Fast (2005)

by on July 11, 2011

Ini film India pertama tanpa adegan tarian yang pernah saya tonton.

Di papan informasi elektronik yang menggantung di atap tiap stasiun di Mumbai, tertera jadwal kedatangan kereta. Ada dua pilihan: fast atau slow. Seperti itulah cerita yang dibawakan oleh film ini. Jalan pencapaian hidup ada yang cepat–dengan sikut menyikut kanan kiri–atau lambat, pelan tapi pasti.

Pilihan jalan tersebut sampai di tangan seorang biasa bernama Madhav Apte.

Bertahun-tahun Apte menjalani hidup khas komuter kelas menengah. Bangun pagi buta. Bersiap kerja. Lalu mengejar kereta dari Dombivali (pinggiran kota setara Bogor) menuju Fort (pusat bisnis setara Sudirman). Pulang saat petang.

Di kantor, Apte–sang pegawai perbankan–berhadapan dengan pemohon kredit bodong. Apte menolak. Jadilah Apte bulan-bulanan bosnya.

Di rumah, istri Apte–seorang ibu rumah tangga–tak henti mencereweti suaminya yang terlalu lurus. Seorang Kepala Sekolah meminta sogokan untuk meluluskan putrinya ke sebuah sekolah. Apte menolak. Sepanjang jalan pulang istrinya kembali mengomel. Nyinyir pedas.

“If you’re so hell bent on your principles why don’t you go out and make things happen? Just tom-tomming about your principles won’t achieve anything.”

Dan meluncurlah nuklir dari mulut istrinya.

“It’s easy to yell that there has been a theft but the real courage lies in catching the thief.”

Mulai detik itu, kejiwaan Apte meledak dan luluh lantak. Apte bertransformasi dari seorang kelas menengah patuh menjadi seorang kelas menengah yang berani bersuara dan bertindak. Apte bertransformasi jadi seorang vigilante.

***

Saya sangat menikmati akurasi penggambaran realitas kota Mumbai dalam film ini–terutama soal kebobrokan di tiap lapis masyarakat. Kriminalitas dan perdagangan narkotika di perkampungan kumuh. Kecurangan para pedagang pinggir jalan. Kejahatan para pekerja kerah putih. Permainan kekuasaan hasil kerjasama para politisi dan polisi. Kerasnya persaingan kehidupan di kota yang berpenduduk 20 juta jiwa lebih.

Singkat kata singkat cerita, bagi yang berminat tinggal di Mumbai bisa menyimak film ini untuk pemanasan.

Selamat menikmati!

 

From → India, Mumbai

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: