Skip to content

Air dan Sanitasi; Siklus Hidup

by on February 9, 2012

Ada dua kali jam pengaliran air di flat ini: pertama, dari pukul 6 hingga 8 pagi, dan kedua, dari pukul 6 hingga 8 malam. Total 4 jam air bersih mengalir.

Tiap pukul 6 hingga 8 malam saya mencuci piring, menyiapkan masak malam, mengisi tandon air, mengisi botol-botol air minum dengan kucuran unit saringan-UV. Saya bermain air maksimal 2 jam.

Lalu saya berpikir bahwa jadwal penjatahan air ini ikut menjadi ritme hidup saya. Ritme hidup manusia ‘kota maksimum’, seperti yang diistilahkan oleh Suketu Mehta. Terdisiplinkan oleh tekanan kebutuhan ruang; 2 orang dalam 24 meter persegi. Dengan ruang yang terbatas, saya tak bisa menyia-nyiakan air–atau bocor dan pengalaman genangan di lantai 7 bukanlah sesuatu yang menyenangkan.

Ah ya, ritme hidup yang satu itu tidak terganggu. Air di toilet 24 jam mengalir, baik keran maupun flush. Cukup memanjakan kebutuhan sanitasi (baca: buang air besar dan kecil).

Sekarang sudah lewat pukul 6. Saya harus kembali ke siklus hidup.

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: